Lampung, Jumat 5 April 2024 jam 07.29 pagi
Mama berpulang
Kiamat kecilku di Jumat pagi
Hancur hatiku, runtuh duniaku
Sadar kini nikmat doa ibu telah hilang
Penyesalan terbesarku di tahun ini
Kehilangan terhebat di awal tahun
Seribu andai bermain dilubuk hati
Seribu maaf hanya bisa tertahan di hati
Tuhan,
Bisakah berhenti sebentar?
Nafasku belum teratur tapi sudah disumbat lagi
Kenapa sekarang, kenapa mama, kenapa kami
Kenapa kenapa kenapa
Akal ku pun hilang sementara
Tapi sesak di dada ini semakin besar
Untuk mengucapkan satu kata saja sulit, yang ada hanya air mata
Kami kehilangan ma, sangat
Bahkan kata sangat pun belum bisa mewakili
Tuhan, tolong beri aku kelapangan