![]() |
| Bandung, 17 September 2019 |
Perjalananku dimulai dari stasiun kiaracondong, pukul 18.10 WIB menuju kediri. Aku menikmati setiap perjalanan yg kulalui, suara kereta, kanan kiri sawah dan wajah-wajah yg tak ku kenali. Satu dari angan-angan kecilku terwujud muehe.
Pukul 07.10 pagi, Kediri. 18 September. Perjalanan 12jam berakhir dengan pinggangku yg sedikit pegal. Untuk penumpang yg turun di Kediri cukup banyak, bahkan hampir 1 gerbong. Hai kediri, glad to visit you again. Seharusnya aku bertemu dengan salah satu temanku disini tapi berhubung dia sedang bergulat dengan skripsinya. Jadi its ok. Seperti biasa, begitu keluar stasiun pasti banyak yg menawarkan jasa transport ke Pare. Tbh, i hate this situation tau sih niatnya baik tp ngerasa ga sih kita tuh kayak diuber-uber gitu lho. Bahkan sampe ada yg ngintilin. Bikin kesel. Perjalanan ku lanjutkan dengan menaiki ojek menuju pare dengan tawar menawar tentu. Sedikit melenceng dari rencana awal yg ingin menaiki bus / angkot ternyata estimasi biayanya hampir sama. Udara kediri menarik garis bibirku, memainkan memory yg pernah tersimpan dikepala. Ga ada yg istimewa memang. Tapi cukup pantas untuk dikenang.
Perjalanan kurang lebih 1 jam dengan sinar matahari yang cukup menusuk mengantarkan kakiku menapak di Pare. Ah kota teramah versiku. Setelah meletakkan barang dan bebersih di kamar kost, ku kayuhkan pedal sepeda menuju tempat janjian aku dan temanku. I'm so happy.
Paginya, setelah sarapan nasi pecal + ampela di warung lesehan yang dulu jadi tpt sarapan favorit, ku lanjutkan dengan menunggu bus tujuan ke Malang. Perjalanan 2 jam lebih dengan pemandangan yang "Jawa Banget", ah satu lagi kota favoritku. Malang. kenapa tidak langsung dari Bandung ke Malang? menikmati perjalaanan hehe.
Jangan kira perjalanan ini selalu mulus ya, tentu tidak. Untuk menunggu bus tujuan Malang aku harus menuggu selama 3 jam belum lagi sesampainya di Malang, sim card ku sama sekali tidak ada sinyal :) dengan posisi belum ngabarin teman yang akan menjemput dan memberi tumpangan tempat tinggal selama aku di Malang. Syukur ada counter terdekat.
Setelah mengelilingi Malang hingga petang, kami memustuskan istirahat sebelum perjalanan ke Batu besok pagi. Lagi, kota favoritku. Bermodalkan sepeda motor, rasanya aku bakal baik-baik aja jika seandainya tersesat di kota ini. Bahkan hingga sekarang, masih bisa ku ukir senyuman yang sama ketika aku berada disana. Ya tuhan terimakasih atas nikmat ini. Dan untuk diriku, selamat salah satu impianmu tercapai.
Puas dengan tempat wisata di Batu, kami menghabiskan malam di Alun-Alun Kota Batu. Kalap rasanya melihat aneka jajanan yang ada, tapi tetap pentol is number one hehehe. Pentol + bianglala + Batu's night view. How could im not fallin love with this city?
Beberapa hari terlewati, Bandung telah menunggu diriku. Perjalanan pulang kupilih tetap dengan rute Malang - Kediri dengan bus lalu Kediri - Bandung dengan Kereta. Hemat biaya juga jika dibandingkan kereta api Malang - Bandung. Capek dijalan? siapa peduli. Aku menikmatinya.
